{"id":5648,"date":"2026-06-24T11:43:23","date_gmt":"2026-06-24T11:43:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/?p=5648"},"modified":"2026-06-24T11:44:05","modified_gmt":"2026-06-24T11:44:05","slug":"hasnia-imroatis-syarifah-lulusan-berprestasi-akademik-dan-non-akademik-uin-malang-yang-tumbuh-dari-semangat-belajar-tanpa-henti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/?p=5648","title":{"rendered":"Hasnia Imroatis Syarifah, Lulusan Berprestasi Akademik dan Non-Akademik UIN Malang yang Tumbuh dari Semangat Belajar Tanpa Henti"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">MALANG \u2013 Ketekunan, semangat belajar, dan keberanian untuk terus berkembang menjadi bekal yang mengantarkan Hasnia Imroatis Syarifah meraih predikat lulusan berprestasi akademik dan non-akademik pada yudisium UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2026. Mahasiswi asal Kota Probolinggo tersebut berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, sekaligus aktif menorehkan berbagai capaian di bidang penelitian dan kepenulisan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Hasnia, pencapaian tersebut bukan semata hasil dari kerja keras pribadi, melainkan karunia dan rahmat Allah yang senantiasa menyertai setiap proses yang dijalani selama menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Malang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAlhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah atas karunia dan fadhal-Nya. Saya merasa usaha yang saya lakukan tidak sebanding dengan rahmat yang diberikan,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik capaian akademik yang gemilang, Hasnia mengaku pernah menghadapi tantangan besar ketika pertama kali memasuki dunia perkuliahan. Berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dengan sebagian besar teman-temannya, ia sempat mengalami culture shock dan merasa tertinggal dalam berbagai bidang keilmuan yang dipelajari di kampus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, pada masa awal perkuliahan, ia pernah terpikir untuk berpindah jurusan. Namun, dukungan kedua orang tua membuatnya bertahan dan terus melangkah. Alih-alih menyerah, Hasnia memilih untuk belajar lebih keras, bertanya kepada teman-temannya, dan berusaha mengejar ketertinggalan yang ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPada akhirnya saya yakin bahwa ketidaktahuan akan berakhir jika saya berusaha, bukan hanya dengan merenung dan berharap ilmu datang begitu saja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat untuk terus belajar itulah yang menjadi prinsip utama Hasnia selama menjalani perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga harus memperluas wawasan melalui membaca dan mengeksplorasi berbagai sumber pengetahuan secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain unggul dalam bidang akademik, Hasnia juga aktif mengembangkan potensi diri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa LKP2M (Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa). Keputusannya bergabung dengan organisasi tersebut berawal dari keinginan untuk menemukan lingkungan belajar yang mendukung sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan di bidang penelitian dan kepenulisan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari LKP2M, Hasnia mulai mengenal dunia esai, penelitian, hingga konferensi ilmiah. Selama masa studinya, ia terlibat dalam berbagai kegiatan non-akademik, mulai dari mengikuti olimpiade tingkat nasional, lomba esai nasional dan internasional, konferensi nasional dan internasional, hingga aktif menulis artikel ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baginya, pengalaman di luar kelas memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan diri sebagai calon pendidik. Ia meyakini bahwa seorang guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu beradaptasi, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGuru adalah learner yang terus belajar. Pendidikan itu long life education. Karena itu, seorang pendidik harus adaptif, selektif, dan kreatif sesuai kebutuhan zaman,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi, Hasnia berusaha menjaga keseimbangan dengan menerapkan skala prioritas. Ia percaya bahwa waktu memiliki keberkahan dan setiap tanggung jawab harus ditempatkan sesuai porsinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski tak jarang berbagai kegiatan akademik, organisasi, hingga penelitian bertepatan dengan ujian semester, ia berusaha menjalaninya dengan penuh tanggung jawab dan pengorbanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasnia mengakui bahwa perjalanan studinya tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Kedua orang tua, para dosen di Program Studi PAI, dosen wali, dosen pembimbing, serta para kakak tingkat menjadi sosok-sosok yang banyak memberikan motivasi dan pendampingan selama proses perkuliahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, Hasnia berencana untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan sembari melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Baginya, proses belajar tidak berhenti pada saat yudisium, melainkan terus berlanjut sepanjang kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi, ia berpesan agar tidak pernah berhenti berusaha dan percaya pada proses yang sedang dijalani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJangan melihat orang lain sebagai pembanding. Berusahalah dari dirimu sendiri dan nikmati prosesnya. Ingat, ilmu itu sangat agung dan tidak bisa diraih tanpa kepayahan. Jangan berharap memperoleh ilmu jika meninggalkan perjuangan,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Predikat sebagai lulusan berprestasi akademik dan non-akademik yang diraih Hasnia menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hanya dibangun dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari semangat untuk terus belajar, keberanian menghadapi keterbatasan, serta kesediaan untuk bertumbuh bersama proses.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG \u2013 Ketekunan, semangat belajar, dan keberanian untuk terus berkembang menjadi bekal yang mengantarkan Hasnia Imroatis Syarifah meraih predikat lulusan berprestasi akademik dan non-akademik pada yudisium UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2026. Mahasiswi asal Kota Probolinggo tersebut berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, sekaligus aktif menorehkan berbagai capaian di bidang penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5650,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,13,14],"tags":[567,569,563,566,564,338,48,565,37,333,155,568,26,67,560],"class_list":["post-5648","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik","category-berita","category-informasi","tag-alumni-uin-malang","tag-generasi-berprestasi","tag-hasnia-imroatis-syarifah","tag-kisah-inspiratif-mahasiswa","tag-lulusan-berprestasi","tag-mahasiswa-inspiratif","tag-pendidikan-islam","tag-prestasi-akademik","tag-prestasi-mahasiswa","tag-prestasi-non-akademik","tag-prodi-pai","tag-semangat-belajar","tag-uin-malang","tag-uin-maulana-malik-ibrahim-malang","tag-wisudawan-berprestasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5648"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5648\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5649,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5648\/revisions\/5649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.uin-malang.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}