Malang — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Alumni Empowerment Program secara daring melalui platform Zoom sebagai bagian dari penguatan pembekalan akademik dan profesional bagi mahasiswa. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Luthfi Dharmawan (Luthfi Darmawan), alumni PAI UIN Malang, sebagai pembicara utama, dengan peserta mahasiswa angkatan 2023 yang sedang menempuh program Asistensi Mengajar.
Dalam sesi pembekalan, narasumber menekankan bahwa asistensi mengajar bukan sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan fase penting untuk membangun identitas calon pendidik. Materi menyoroti makna asistensi mengajar sebagai jembatan antara teori kampus dan praktik lapangan, ruang belajar budaya sekolah, serta awal membangun rekam jejak profesional. Selain itu, mahasiswa juga dibekali arahan tentang hal-hal yang perlu dilakukan selama asistensi, seperti mengenal karakter siswa, membantu menjaga iklim kelas, mengelola alur pembelajaran, dan menghadapi dinamika kelas secara humanis.
Pembahasan juga diarahkan pada aspek teknis yang sangat relevan dengan praktik di sekolah, terutama strategi dasar pengelolaan kelas dan penyiapan administrasi pembelajaran. Narasumber menjelaskan pentingnya observasi sebelum intervensi, komunikasi yang santun namun tegas, konsistensi aturan kelas, serta kolaborasi dengan guru pamong. Mahasiswa juga diingatkan untuk menyiapkan administrasi pembelajaran seperti analisis perangkat ajar, modul/RPP, media pembelajaran, instrumen penilaian, hingga jurnal mengajar dan refleksi. Administrasi tersebut ditegaskan sebagai bukti profesionalitas, panduan alur pembelajaran, dan data pendukung laporan maupun skripsi.
pembekalan ini juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam ekosistem sekolah, baik pada kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, program literasi dan keagamaan, maupun kegiatan administratif sekolah. Pada saat yang sama, mahasiswa didorong untuk bersikap proaktif, adaptif, siap belajar hal baru, dan tetap menjaga nama baik almamater selama menjalani asistensi mengajar.
Salah satu bagian penting dalam materi adalah penegasan bahwa asistensi mengajar dapat menjadi modal karier sekaligus ladang pengalaman autentik. Narasumber menjelaskan bahwa pengalaman lapangan selama asistensi dapat membantu mahasiswa mengenal dunia kerja pendidikan, membangun jejaring profesional, memperoleh rekomendasi, serta memperkuat CV dan portofolio. Di sisi lain, asistensi juga menjadi ruang latihan problem solving pendidikan, penguatan soft skills dan hard skills, serta pembentukan mental pendidik.

Materi pembekalan turut mengarahkan mahasiswa agar memanfaatkan pengalaman asistensi mengajar sebagai bahan skripsi. Sekolah diposisikan sebagai laboratorium riset dengan data nyata dan kontekstual, yang memungkinkan mahasiswa melakukan observasi berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran, budaya sekolah, implementasi kurikulum, manajemen kelas, hingga integrasi teknologi dan inovasi sekolah. Mahasiswa juga diberi tips praktis selama asistensi, seperti mencatat pengalaman harian, mendokumentasikan kegiatan secara etis, melakukan diskusi rutin dengan guru pamong, dan refleksi mingguan.
Kehadiran Muhammad Luthfi Dharmawan sebagai pembicara juga memberikan nilai tambah bagi peserta karena latar belakang akademik dan profesionalnya yang relevan. Berdasarkan CV yang dilampirkan, ia merupakan alumni S1 PAI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (2019–2023), dan saat ini menempuh S3 PAI berbasis studi interdisipliner. Ia juga memiliki pengalaman sebagai asisten dosen, pengajar di sekolah internasional, serta aktif dalam kegiatan riset, publikasi, dan pengembangan akademik. Melalui Alumni Empowerment Program ini, Prodi PAI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang terhubung dengan pengalaman nyata alumni, sehingga mahasiswa tidak hanya siap menjalani asistensi mengajar secara administratif, tetapi juga siap tumbuh sebagai calon pendidik yang profesional, reflektif, dan adaptif terhadap dinamika sekolah.





