MALANG — Rangkaian kegiatan University Malaya Academic Visit di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan momen penuh kehangatan pada sesi perkuliahan interaktif (Track B). Dalam agenda bertajuk Indonesian-Malaysia Student Academic Dialogue tersebut, delegasi mahasiswa dari Universiti Malaya dikawal langsung untuk masuk ke dalam kelas-kelas perkuliahan aktif dan mengikuti materi secara intensif sesuai dengan kurikulum yang sedang diajarkan.
Sesi yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini diselenggarakan di beberapa titik lokasi kampus, di antaranya Gedung Perkuliahan Ruang A.105 dengan pemateri Rasmuin, M.Pd.I, serta Ruang Rapat Gedung Megawati Lantai 2 dengan pemateri Faridatun Nikmah, M.Pd. Sesi ini turut dikawal dan difasilitasi oleh para dosen serta panitia, di antaranya Sidqi Ahyani, M.Ag, Arinda Eka Apriana, Muhammad Ikram Ibrahim, Siti Fatimatuz Zahroh, S.Kom, Moh. Mursyid Romli, dan Naila Humairo Azmi.

Selama proses perkuliahan berlangsung, mahasiswa Universiti Malaya terlibat penuh dalam alur pembelajaran kurikuler yang sedang berjalan. Mereka tidak hanya menyimak pemaparan materi, tetapi juga melebur dalam diskusi kelompok interaktif bersama mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Malang. Suasana kelas tampak sangat hidup, ceria, dan penuh keakraban. Para mahasiswa Universiti Malaya terlihat begitu gembira dan excited merasakan pengalaman belajar secara langsung di atmosfer akademik UIN Malang.

Interaksi langsung ini menjadi momentum yang sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, khususnya bagi mahasiswa PAI UIN Malang. Melalui ruang dialog terbuka ini, mahasiswa PAI dapat bertukar pikiran, membandingkan perspektif keilmuan, serta memperluas wawasan mengenai dinamika pendidikan Islam dan budaya di Malaysia. Sebaliknya, mahasiswa Universiti Malaya memperoleh gambaran komprehensif mengenai penerapan kurikulum dan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Indonesia.
Melalui integrasi langsung dalam kelas perkuliahan ini, diharapkan jalinan persahabatan serta kolaborasi akademis antarmahasiswa lintas negara dapat terus terjalin erat, sekaligus memperkuat kompetensi global para calon pendidik Islam di masa depan.





