PAI FITK UIN Malang – Tak ada prestasi tanpa latihan dan pembinaan. Itulah ungkatan yang menandai bahwa semua kesuksesan tidak ada yang instan, bin salabin. Karenanya, prodi PAI FITK UIN Malang mengelar coaching pembinaan prestasi di masa liburan kuliah guna mengisisi watu sela kosong setelah semester genap berakhir bulan Juni lalu. Antusiasme mahasiswa yang mengikuti coaching sangat telah tinggi, hal ini dibuktikan mahasiswa yang mendaftar dua bidang pembinaan prestasi yakni kategori prestasi media pembelajaran dan prestasi bidang da’i atau mubaligh mencapai 119 Mahasiwa. Launching kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Microteaching Lt. 1 pada hari Jum’at (14/07/2023).

Pembinaan prestasi mahasiswa pada tahun ini, prodi PAI menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman dan memiliki prestasi level nasional dan internasional. “Narasumber pembinaan yang melatih mahasiswa kali ini tidaklah tanggung-tanggung, mereka sudah malang melintang menjuarai even-even bergengsi dibidangnya masing-masing”, ujar Mujtahid, Kaprodi PAI
Ada dua kategori cabang prestasi yang sedang dipersiapkan, yakni bidang prestasi media pembelajaran yang dilatih oleh Bashith Rahmatullah, M.Pd beserta tim pendamping yakni Ainatul Mardiyah, S.Kom, M.Cs., Galih Puji Mulyoto, M.Pd dan Uli Fauziyah, M.Hi. Sedangkan pelatih bidang prestasi mubaligh yaitu I’anatut Thoifah, M.Pd.l beserta tim pendamping yakni Dr. Sudirman, M.Ag., Abdul Ghaffar, M.Pd., dan Faridatun Nikmah, M.Pd.

Pada sesi awal pembinaan para narasumber membeberkan tentang pentingnya kegiatan pembinaan pretasi ini. Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Sudirman, M.Ag bahwa belajar dan berlatih menjadi da’i atau muballigh merupakan keharusan untuk mahasiswa PAI. “Ada atau tidak ada even perlombaan, kita harus selalu ‘always’ berlatih secara istiqamah sesuai yang difasilitasi kaprodi PAI agar ketika ada lomba kita sudah siap untuk mengikuti ajang kompetesi”. Ujar ustadz Sudirman.
Sementara itu, narasumber media pembelajaran menggarisbawahi bahwa mahasiswa era saat ini pasti sudah memiliki basic teknologi yang lumayan. Sehingga tinggal dipoles dan diasah feeling-nya saja pasti sudah jadi. “saya yakin bahwa mahasiswa yang menjadi peserta pembinaan ini sudah terpilih dan mempunyai kemauan kuat dan bakat yang perlu kita secara bersama-sama untuk mengasah diri belajar media pembelajaran yang inovatif sesuai dengan era perkembangan mutakhir saat ini”, ujar Bashith Rahmatullah, Instruktur Nasional tersebut.

Dalam kegiatan pembinaan ini prodi PAI memfasilitasi mahasiswa untuk mempergunakan waktu liburan semester untuk mengasah diri, berlatih diri secara sungguh-sungguh sehingga kelak menjadi mahasiwa yang punya kompetensi distingtif yang diperlukan oleh masyarakat. Coaching didesain untuk melahirkan kaderisasi, regenerasi bibit-bibit unggul mahasiswa berprestasi yang dapat memberikan nama baik serta mengharumkan civitas prodi PAI FITK UIN Malang pada masa-masa mendatang. [mj]











