PAI FITK UIN Malang –Tak hanya puas dengan belajar dibangku kuliah, mahasiswa dapat mengekspresikan diri pada mimbar dan kebebasan akademik melalui kuliah tamu (Guest Lecturer), seminar dan conference. Di penghujung Semester Genap 2022/2023 prodi PAI FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara Guest Lecturer yang bertajuk “Strategi Guru PAI dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Society 5.0” dengan mendatangkan narasumber Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si, selaku ketua umum perkumpulan Prodi PAI Indonesia (PP-PAI-I) sekaligus Guru Besar dan kaprodi PAI UIN Sunan Kalijaga pada hari Selasa, 30 Mei 2023 di Aula Lt. 5. Gedung Ir. Soekarno.

Kegiatan kuliah tamu ini dihadiri lebih dari 300 mahasiswa prodi PAI. Dalam sambutan ketua Prodi, dinyatakan bahwa kebijakan implementasi kurikulum merdeka adalah regulasi mutakhir dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang wajib direspon oleh mahasiswa keguruan, seperti prodi PAI untuk segera menyesuaikan dan beradaptasi lebih awal. “Mahasiswa PAI harus adaptif dengan perubahan regulasi yang ada, khususnya implementasi kurikulum merdeka yang saat ini sedang hangat diperbincangkan oleh para guru di tanah air”, ungkap Mujtahid, kaprodi PAI.
Dalam mengawali paparan materi, narasumber menyinggung soal pentingnya literasi digital yang mengubah mindset semua orang, termasuk yang paling berpengaruh pada profesi guru. “Saat ini semua manusia memanfaatkan smartphone sebagai alat komunikasi dan sekaligus transaksi, interaksi yang menjangkau semua lapisan. “Mahasiswa sebagai warga sivitas pilihan wajib membekali diri dengan aspek literasi digital sehingga punya peran besar dalam melakukan perubahan society. Kemampuan tersebut meliputi Smart teknologi, Smart government, Smart environment, Smart ekonomy, Smart institution, dan (6) Smart people”, ujar Prof Eva Latipah.

Lebih lanjut, Prof. Eva melempar gagasan pentingnya sekolah memfasilitasi siswa sesuai dengan bakat dan minat sesuai dengan kurikulum merdeka. Kurikulum saat ini memberikan ruang kebebasan kepada guru dan siswa untuk menentukan tujuan pembelajaran, sesuai dengan tingkat atau fase peserta didik. “Kemerdekaan belajar, yang salahsatu misinya adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya, mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi mahasiswa (sebagai generasi milenial) dalam bidang teknologi”, pasalnya.

Strategi guru PAI dalam implmentasi kurikulum merdeka saat ini didukung dengan produk kecerdasan buatan artificial intelligence (AI). Guru PAI harus melek digital, dapat mengakses big data dari produk transaksi internet (Internet of Thing/IoT) untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran, mempermudah menjelaskan materi yang selama ini sulit dijangkau oleh kemampuan guru itu sendiri. Hadirnya kecerdasan buatan membantu guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang kontekstual, mutakhir, kreatif, inovatif dan menarik bagi peserta didik. [mj]











