MIU Login

Evaluasi Program Akademik dan Perkuliahan, Prodi PAI FITK UIN Malang Libatkan Semua Dosen

PAI FITK UIN Malang – Seperti tahun-tahun sebelumnya, prodi PAI FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selalu melaksanakan evaluasi dan refleksi perjalanan prodi PAI selama setahun. Kegiatan evaluasi dikemas dengan pertemuan awal perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2023/2024,  yang melibatkan semua dosen PAI di Aula Gedung Microteaching pada hari Selasa (22/08/2023).

Evaluasi program akademik meliputi capaian-capaian yang diperoleh prodi PAI sepanjang TA 2022/2023. Pada tahun akademik 2022/2023 prodi PAI melakukan reakreditasi melalui lembaga akreditasi mandiri kependidikan (LAMDIK), dan alhamdulillah meraih akreditasi unggul. Sementara itu, juga sedang menyusun laporan SER (self assessment report) akreditasi internasional FIBAA. Selain itu, evaluasi mengulas terkait dengan dinamika akademik, mulai dari pelayanan akademik kepada mahasiswa, perkuliahan, bimbingan tugas akhir, kepenasehatan, hingga prestasi-prestasi yang diraih oleh prodi, dosen dan mahasiswa.

Seperti lazimnya organisasi, prodi PAI memaparkan kinerja, dan raihan yang telah dikerjakana selama setahun dihadapan para dosen. Para dosen juga turut memberikan timbal balik respon, baik berupa apresiatif maupun dalam bentuk banyak masukan-masukan konstruktif demi peningkatan kualitas prodi PAI.

Seperti masukan yang di sampaikan oleh Prof. Dr. Sutiah, M.Pd, yang menyoroti mengenai penguatan penguasaan profesional (materi keislaman), hafalan ayat/hadits, serta kesertaan dosen dalam kegiatan-kegiatan prodi. “mahasiswa akhir-akhir ini ada yang dirasa kurang perform dengan kemampuan profesionalnya, ketika diminta menyebutkan ayat/hadits yang relevan dengan topik pembelajaran”, ungkat dosen senior Prodi PAI.

Tidak kalah penting, masukan juga sampaikan oleh Dr. H.M. Samsul Hady, M.Ag yang mengajukan usulan mengenai bimbingan mahasiswa dengan fasilitas buku saku, misalnya ayat/hadits tarbawi, kata kunci khazanah keislamana, serta regulasi-kegulasi penting mengenai dunia keguruan.

Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd juga turut serta memberikan masukan soal perwalian yang perlu digalakkan lagi sebagai proses pengawalan terhadap kompetensi mahasiswa. Dalam buku kepenasehatan itu sudah cukup banyak tagihan dan uji kompetensi, jika hal itu dijalankan dosen maka kompetensi mahasiswa akan tetap terjaga untuk semua aspek.

Selaian yang bersifat evaluataif, acara tersebut menginatkan para dosen yang pada semester ini akan mengampu mata kuliah. Ada beberapa yang wajib dijalankan oleh para dosen PAI yaitu (1) memenuhi tugas mengajar 16 kali pertemuan dan dibuktikan dalam jurnal perkuliahan di Siakad, (2) melayani mahasiswa dalam tugas bimbingan kepenasehatan sekurang-kurangnya 4 kali dalam 1 semester yang dibuktikan dalam buku perwalian, (3) memberikan bimbingan tugas akhir sekurang-kurangnya 12 kali bimbingan dibuktikan deskripsi isian materi bimbingan di siakad, (4) terlibat pengembangan diri atau peningkatan kompetensi diri dalam bentuk seminar, pelatihan, workshop, dan konference, dll.,

Selain itu, para dosen juga harus (5) aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan roadmap riset dan PkM, (6) dosen wajib menulis artikel yang dipublikasi dalam bentuk buku/jurnal ilmiah, proseding atau surat kabar, (7) dosen sesuai keahliannya wajib mereview RPS dan bahan ajar yang digunakan dalam perkuliahan, (8), dosen melakukan penilaian perkuliahan secara komprehensif meliputi aspek sikap (afektif), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (psikomotorik), (9) dosen wajib memberikan bahan atau materi evaluasi kepada prodi untuk dijadikan laporan akademik. (mj).

Berita Terkait