PAI FITK UIN Malang – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Evaluasi dan Sosialisasi Program Akademik Semester Genap 2024/2025. Acara ini bertujuan untuk merefleksikan capaian akademik di tahun sebelumnya serta menyosialisasikan kebijakan akademik terbaru bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Microteaching pada hari Selasa (11/2/2025).
Hadir dalam acara ini, rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. Beliau memberikan pengarahan mengenai pentingnya pembelajaran yang integratif. UIN Malang sesuai mandatori kementerian agama harus mengedepankan pola pembelajaran yang menggunakan pendekatan Integration learning model (ILM). “Mahasiswa harus dikenalkan referensi keislaman seperti kitab ihya ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, Tarbiyatul Aulad karya Abdullah Nasih ulwan, begitu juga teori Taxonomi Bloom karya Benjamin Bloom, John Locke mengenai teori tabularasa, anak lahir dibekali fitrah (potensi positif), UIN Malang telah mengembangkan filosofi pohon, yang diharapkan memberikan manfaat bagi manusia”, pasalnya dengan suara agak terserak akibat kelelahan menjamu kunjungan menteri agama semalam di kampus 3.

Lebih lanjut, rektor dengan penuh semangat menambahkan bahwa integrasi keilmuan UIN Malang sudah dijalur yang benar dan sudah dipercaya oleh kalangan luas, tidak hanya lingkup dalam negeri tapi juga terdengar sampai kawasan diberbagai negara. Paradigma itu dikembangkan dari Surat al-Qashas ayat 77, yang melahirkan grand theory, yakni sosiologis, teologis, dan kosmologis. Pembelajaran dapat diangkat dari isu-isu problem sosial, yang kemudian dielaborasi untuk melahirkan teori dan pendekatan baru yang solutif bagi pemecahan masalah.
Sementara itu, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, menuturkan bahwa sebagai fakultas tertua selayaknya FITK UIN Malang menjadi referensi atau rujukan bagi lembaga sejenis lainnya. Penguatan akademik dengan bertambahnya dosen yang berkualifikasi guru besar diharapkan fakultas ini dapat meningkatkan mutu/kualitas pembelajaran ke depan. “Target tahun ini adalah menyiapkan 15 dosen meraih guru besar, dan semua prodi akreditasinya UNGGUL” sehingga periode mendatang tinggal pengembangan akademik”, ungkap dekan FITK.
Pada sesi selanjutnya, Wakil Dekan I FITK, Dr. Muhammad Walid, MA., menyampaikan pentingnya para dosen memahami kembali capaian pembelajaran setiap prodi, efektivitas metode perkuliahan yang berbasis OBE, serta memetakan kendala yang dihadapi semester sebelumnya. Wadek I FITK memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua dosen yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan capaian tridharma selama ini.

Pada bagian terakhir forum dosen PAI, yang dikomandani langsung oleh Ketua Prodi PAI. Mengawali sambutannya, kaprodi PAI menyampaikan bahwa evaluasi ini penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan kebutuhan saat ini dan mendatang. “Kami ingin memastikan bahwa program akademik di Prodi PAI terus berkembang, sejalan dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE) dan tuntutan profesionalisme di dunia pendidikan,” ujar Mujtahid.
Selain evaluasi, acara ini juga menjadi wadah untuk sosialisasi kebijakan akademik terbaru yang akan diterapkan pada tahun akademik semester genap 2024/2025. Beberapa kebijakan yang disampaikan antara lain:
- Peningkatan Sistem Kepenasehatan Akademik – Setiap mahasiswa akan mendapatkan pendampingan akademik yang lebih intensif melalui dosen pembimbing. Materi uji kompetensi dalam buku kepenasehatan harus dijalankan semua mahasiswa dan dosen.
- Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran – Pemanfaatan Learning Management System (LMS) melalui elearning kampus sebagai media utama dalam pembelajaran, selain pembelajaran tatap muka (luring). Tugas-tugas dan sumber belajar dapat diunggah pada laman elearning tersebut.
- Peningkatan Program Internasional – Mahasiswa diberikan peluang lebih luas untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan kolaborasi akademik dengan lembaga luar negeri. Kelas ICP dan non ICP prodi PAI dapat mengikuti program internasional, baik itu bentuk student exchange, magang kerja, pengabdian, maupun asistensi mengajar.
- Penyempurnaan Kurikulum Berbasis OBE – Penyesuaian dan pemutakhiran materi ajar wajib dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih aplikatif di dunia kerja. Semester genap 2024/2025 ini harus dituntaskan sehingga dapat menjadi guideline bagi semua dosen dan mahasiswa prodi PAI.
- Dosen yang mengajar Asistensi mengajar (AM) – bagidosen yang mengampu mata kuliah semester enam cukup memberikan masukan, bimbingan dan mereview tugas-tugas mahasiswa yang mereka unggah via elearning. Disarankan tidak sering melakukan kuliah secara daring, sebab dapat menggagu mereka di lokasi AM.
- Penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu – mahasiswa angkatan 2018-2021 berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir, diharapkan dosen pro aktif untuk memberikan bimbingan kepada mereka sesuai prosedur yang ditetapkan prodi, yakni bimbingan minimal 12 kali.

Untuk persiapan reakreditasi prodi PAI tahun 2027, tahun akademik 2024/2025 merupakan data aktif yang butuhkan untuk menunjang reakreditasi tersebut. Prodi wajib memastikan para dosen, tendik dan mahasiswa pada semester genap ini menjalankan secara tertib dan terukur, yaitu:
- Dosen Memenuhi tugas mengajar 16 kali pertemuan dan dibuktikan dalam jurnal perkuliahan di Siakad
- Dosen Melayani mahasiswa dalam tugas bimbingan kepenasehatan sekurang-kurangnya 4 kali dalam 1 semester yang dibuktikan dalam buku perwalian
- Dosen Memberikan bimbingan tugas akhir sekurang-kurangnya 12 kali bimbingan dibuktikan deskripsi isian materi bimbingan di siakad
- Dosen dan mahasiswa Terlibat pengembangan diri atau peningkatan kompetensi diri dalam bentuk seminar, pelatihan, workshop, dan konference, dll.
- Dosen Aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan roadmap riset dan PkM prodi
- Dosen dan mahasiswa wajib menulis artikel yang dipublikasi dalam bentuk buku/jurnal ilmiah, proseding atau surat kabar
- Dosen sesuai keahliannya wajib mereview RPS dan bahan ajar yang digunakan dalam perkuliahan, mengintegrasikan hasil publikasi buku, artikel jurnal, penelitian dan laporan pengabdian ke dalam sumber referesi di RPS.
- Dosen melakukan penilaian perkuliahan secara komprehensif meliputi aspek sikap (afektif), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (psikomotorik) dengan pendekatan OBE
- Dosen wajib memberikan bahan atau materi ajar kepada prodi untuk dijadikan laporan akademik.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi, sumbang saran dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias para dosen. Dengan adanya evaluasi dan sosialisasi program akademik ini, diharapkan Prodi PAI FITK UIN Malang dapat terus meningkatkan mutu akademik dan mencetak lulusan yang unggul serta kompetitif di dunia pendidikan. (mj)







