Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua mahasiswa PAI angkatan 2024, yakni Salma dan Wafiyatuz Zakiya, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Munadzorah Ilmiyah Tingkat Nasional pada kegiatan Mahrojan Arabiy yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang.
Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa PAI tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaiknya di berbagai bidang keilmuan, khususnya dalam pengembangan bahasa Arab dan kemampuan berpikir kritis melalui debat ilmiah.
Ajang Munadzorah Ilmiyah merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk beradu argumentasi ilmiah menggunakan bahasa Arab yang baik dan benar. Kompetisi ini tidak hanya menuntut kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), tetapi juga membutuhkan penguasaan tata bahasa Arab (tarkib), kemampuan berpikir cepat, ketajaman analisis, serta kemampuan menyampaikan argumentasi secara logis dan sistematis.
Dalam wawancara singkat setelah perlombaan, Salma dan Wafiyatuz Zakiya menyampaikan bahwa motivasi utama mereka mengikuti kompetisi ini adalah untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Arab yang telah dipelajari selama perkuliahan maupun di lingkungan akademik lainnya.
Mereka menjelaskan bahwa bahasa Arab bukan hanya sekadar bahasa keagamaan, tetapi juga merupakan bahasa ilmu pengetahuan yang memiliki peran penting dalam pengembangan wawasan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, mengikuti perlombaan debat bahasa Arab menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan komunikasi sekaligus memperdalam pemahaman terhadap struktur bahasa Arab yang baik dan benar.
“Motivasi kami mengikuti lomba ini karena ingin terus mengembangkan skill bahasa Arab yang kami miliki, baik dari segi public speaking maupun keilmuan tarkib bahasa Arab yang baik dan benar,” ujar mereka.
Perjalanan menuju kemenangan tentu tidak diperoleh secara instan. Berbagai proses persiapan dilakukan dengan penuh kesungguhan dan komitmen tinggi. Tim Fratellanza menjalani latihan rutin secara daring melalui platform Zoom maupun latihan secara langsung (offline) untuk meningkatkan kemampuan debat dan memperkuat kekompakan tim.
Selain latihan internal, mereka juga melakukan sparing debat bersama tim lain untuk melatih mental bertanding serta mengevaluasi kekurangan selama proses latihan. Melalui sparing tersebut, mereka dapat mempelajari berbagai gaya argumentasi dan strategi debat yang digunakan oleh peserta lain sehingga menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga.
Persiapan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi membutuhkan proses panjang yang melibatkan kerja keras, kedisiplinan, serta semangat belajar yang konsisten. Dalam dunia debat ilmiah, kemampuan berbicara saja tidak cukup, melainkan harus diimbangi dengan penguasaan materi, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan mental saat menghadapi lawan debat.
Meski telah berhasil meraih prestasi membanggakan, perjalanan mereka juga diwarnai dengan berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mencari pelatih atau mentor tetap yang kompeten di bidang debat bahasa Arab. Menurut mereka, keberadaan mentor sangat penting untuk memberikan arahan, evaluasi, serta bimbingan yang tepat selama proses persiapan lomba.
Keterbatasan tersebut tidak membuat mereka menyerah. Justru kondisi itu menjadi motivasi untuk terus belajar secara mandiri dan saling mendukung satu sama lain dalam proses latihan. Semangat untuk berkembang dan berprestasi menjadi kekuatan utama yang membuat mereka mampu melewati berbagai kesulitan selama persiapan lomba.
Selain usaha pribadi, dukungan dari berbagai pihak juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka. Salma dan Wafiyatuz Zakiya mengungkapkan bahwa dukungan dari orang tua, keluarga besar, guru, serta teman-teman menjadi sumber semangat terbesar yang terus mendorong mereka agar tetap optimis dan percaya diri.
“Dukungan orang tua, keluarga besar, guru, serta teman-teman menjadi support system terkuat agar kami selalu berkembang menjadi lebih baik,” ungkap mereka.
Dukungan moral dan motivasi dari lingkungan sekitar memang memiliki peran besar dalam perjalanan seseorang meraih prestasi. Kehadiran orang-orang yang selalu memberikan semangat mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menjadi penguat ketika menghadapi tekanan selama kompetisi.
Keberhasilan yang diraih oleh mahasiswa PAI ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam FTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Lingkungan akademik yang mendukung menjadi salah satu faktor penting yang membantu mahasiswa untuk terus berkembang dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional.
Sebagai mahasiswa PAI, Salma dan Wafiyatuz Zakiya merasa bangga dapat menjadi bagian dari mahasiswa yang mampu berkembang di berbagai bidang keilmuan. Mereka menegaskan bahwa status sebagai mahasiswa PAI tidak menjadi batasan untuk meraih prestasi di bidang lain di luar keagamaan.
Menurut mereka, mahasiswa PAI memiliki potensi besar untuk berkembang secara luas, baik dalam bidang bahasa, pendidikan, sosial, kepemimpinan, maupun bidang akademik lainnya. Prestasi yang mereka raih menjadi bukti bahwa mahasiswa PAI mampu bersaing dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah dengan mahasiswa dari program studi lain.
“Walaupun kami merupakan mahasiswa PAI, hal tersebut tidak menjadi alasan yang menghalangi kami untuk berkembang dan berprestasi di bidang lain. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PAI mampu berkembang dan berprestasi dalam berbagai bidang keilmuan,” tutur mereka.
Lebih lanjut, mereka berharap pengalaman mengikuti kompetisi ini dapat menjadi langkah awal untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai perlombaan debat bahasa Arab di masa mendatang. Dengan terus mengikuti kompetisi, mereka ingin menjaga dan mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki agar ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat serta keberkahan.
Prestasi yang diraih oleh tim Fratellanza diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa PAI FTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.
Keikutsertaan dalam kompetisi tidak hanya bertujuan untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga dalam meningkatkan kemampuan diri, memperluas pengalaman, membangun relasi, serta melatih mental kompetitif yang positif.
Di era globalisasi saat ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan yang tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Kompetisi seperti Munadzorah Ilmiyah menjadi salah satu wadah yang efektif untuk mengembangkan berbagai kemampuan tersebut.
Program Studi PAI FTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sendiri terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang mampu mendukung mahasiswa dalam mengembangkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki. Prestasi mahasiswa di berbagai bidang menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam membentuk generasi yang unggul, kompetitif, dan berkarakter.
Dengan diraihnya Juara 3 pada ajang Lomba Munadzorah Ilmiyah Tingkat Nasional ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan diri serta berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai ajang kompetisi.
Selamat dan sukses kepada Salma dan Wafiyatuz Zakiya atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi-prestasi berikutnya dan mampu membawa nama baik Program Studi Pendidikan Agama Islam FTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.





