MIU Login

Inspiratif! Bawa Advokasi EduPlay Inspire, Mahasiswa PAI UIN Malang Tembus Top 7 Miss Hijab Jawa Timur 2026

MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Khofifah Tri Anjani, mahasiswa angkatan 2022, berhasil meraih posisi Top 7 dalam ajang bergengsi Miss Hijab Jawa Timur 2026. Pencapaian ini sekaligus melengkapi gelar prestisiusnya sebelumnya sebagai Winner Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) pada tahun 2024.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tekad dan motivasi kuat yang dimiliki Khofifah. Ia mengungkapkan bahwa niatnya mengikuti ajang tersebut adalah untuk terus mengembangkan potensi diri semenjak menjabat sebagai Duta FITK. Selain bertujuan membanggakan kedua orang tua, Khofifah juga ingin membuktikan pesan yang kuat bagi masyarakat luas. “Saya ingin membuktikan bahwa gender dan umur tidak membatasi kita untuk terus berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

Perjalanan menuju panggung Miss Hijab Jawa Timur 2026 tentu bukanlah hal yang instan. Khofifah harus melakukan persiapan yang sangat matang, meliputi kesiapan mental, ketahanan fisik, hingga persiapan finansial.

Menariknya, ajang ini mewajibkan setiap pesertanya untuk menghadirkan satu program advokasi. Dalam hal ini, Khofifah menggagas sebuah inovasi bernama EduPlay Inspire (Instagram: @EduPlay_inspire). Advokasi ini merupakan program bimbingan belajar (bimbel) yang mengimplementasikan berbagai game interaktif agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. Proyek edukatif ini sukses direalisasikan berkat bimbingan dan kolaborasi langsung dengan Ibu Ainatul Marddhiyah, yang merupakan Dosen Pengembangan Media Pembelajaran FITK UIN Malang.

Dalam prosesnya, tantangan terbesar yang dihadapi justru berasal dari dalam diri sendiri. Khofifah mengaku sering kali dihadapkan pada rasa ragu setelah melihat potensi besar dari para pesaingnya. Namun, ia berhasil menepis keraguan tersebut dengan berpegang teguh pada dua prinsip hidupnya.

“Pertama, kita harus berani memulai dan harus berani bertanggung jawab dengan apa yang kita mulai. Prinsip kedua, saya meyakini bahwa ‘perasaan Allah tergantung perasaan hamba-Nya’. Karena saya berpikir positif dan yakin bisa masuk nominasi, alhamdulillah saya benar-benar masuk di Top 7,” ungkap Khofifah.

Kesuksesan ini juga didukung penuh oleh sistem pendukung (support system) yang luar biasa, mulai dari keluarga, pasangan, hingga teman-teman terdekatnya. Tidak hanya itu, Khofifah juga mendapatkan dukungan finansial secara langsung dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang turut memperlancar perjalanannya.

Sebagai mahasiswa, Khofifah merasa sangat bersyukur dan bangga menjadi bagian dari keluarga PAI UIN Malang. Baginya, program studi ini adalah tempat di mana ia mulai belajar, berkembang, dan dipertemukan dengan orang-orang yang hebat.

Ke depannya, ia berharap prestasi yang diraihnya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. “Saya berharap bisa menginspirasi banyak orang, terutama perempuan-perempuan di luar sana yang mungkin masih mempertanyakan keberaniannya untuk melakukan hal yang sama. Semoga lewat advokasi EduPlay Inspire, hal ini bisa bermanfaat dan membantu adik-adik belajar dengan cara yang lebih menyenangkan,” harapnya.

Menutup perjalanannya, Khofifah membagikan pesan dan motivasi singkat namun bermakna bagi seluruh mahasiswa PAI UIN Malang agar tidak pernah takut untuk berkarya.

“Jangan pernah ragu untuk berani memulai, dan tanggung jawab dengan apa yang kamu mulai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait