PAI UIN MALANG — Di era digital yang didominasi oleh media sosial, keterampilan berkomunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi diri, tetapi juga menjadi media yang ampuh untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Bukan Cuma FYP, Saatnya Suaramu Jadi Pahala!” di Yayasan Miftahush Shibyan, Bantur, Kabupaten Malang, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Sesi yang berlangsung penuh energi pada pukul 10.20 hingga 12.20 WIB ini dipandu oleh Dhiyaul Haq selaku moderator. Pelatihan ini menghadirkan pemateri istimewa, Eka Agustin Fu’adi, yang merupakan Duta FITK UIN Malang sekaligus Juara Dai Nasional yang kerap menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi dakwah. Kehadiran sosok muda berprestasi ini berhasil menyedot perhatian dan membakar semangat para murid.
Dalam pemaparannya, Eka mengajak para siswa untuk melihat media sosial dan kemampuan public speaking dari kacamata yang lebih bermakna. Keterampilan berbicara di depan publik atau di depan kamera tidak seharusnya hanya mengejar tren dan popularitas (FYP), melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana syiar dakwah yang kreatif dan berdampak positif. Para murid diajak memahami cara mengemas pesan keagamaan dan nilai kebaikan agar tetap relevan, menyejukkan, serta menarik bagi generasi muda.
Guna memberikan gambaran nyata, Eka membagikan pengalaman serta teknik-teknik praktis dalam merancang konten dakwah lisan yang komunikatif. Para siswa diajak menyusun pesan singkat yang padat makna, melatih rasa percaya diri saat menyampaikan gagasan kebaikan di depan umum, serta mengoptimalkan intonasi dan ekspresi agar pesan yang disampaikan dapat menyentuh hati para pendengar.
Melalui pelatihan ini, PAI UIN Malang berharap para siswa di Yayasan Miftahush Shibyan Bantur tergerak untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Keterampilan public speaking yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap berkomunikasi di dunia nyata maupun digital, tetapi juga konsisten menyebarkan inspirasi dan kebaikan bagi sesama.






