PAI FITK UIN Malang – Program MBKM kegiatan asistensi mengajar dan magang kerja merupakan kebijakan mutakhir yang menjadi andalan pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

FITK pada awal tahun ini akan memberangkatkan seluruh mahasiswa mengikuti asistensi mengajar tujuh prodi, yakni PAI, PIPS, PGMI, PBA, PIAUD, TBI dan TM. Sementara, satu prodi melaksanakan magang kerja, khusus untuk mahasiswa MPI. Hari ini tim Lab Microteaching menggelar kembali finalisasi buku pedoman buku asistensi mengajar dan magang kerja yang akan dijadikan sebagai acuan dan pijakan dalam pelaksanaan MBKM, Kamis (12/1/2023).
Finalisasi review buku pedoman buku asistensi mengajar dan magang kerja dihadiri oleh semua pimpinan dekanat, kaprodi, sekprodi dan tim lab microteaching. Draf finalisasi buku pedoman itu sudah disiapkan secara matang tinggal dicermati dan dirapikan oleh seluruh pemangku jabatan yang memiliki kewenangan dalam melaksanakan kegiatan asistensi mengajar dan magang kerja.
Selaku koordinator kegiatan Wadek I, memberikan penekanan bahwa buku pedoman harus memiliki azas konstruktif. “Dalam menyusun buku pedoman ini kita menggunakan pendekatan konstruktif yang kita kedepankan agar bisa dipakai pelaksanaan mahasiswa fitk ke depan,” ujar Dr. Muhammad Walid.

Dalam pengarahan pimpinan FITK, dekan menekankan bahwa program kegiatan mencapai target, dan dampaknya meningkatkan akreditasi prodi. “Program kerja yang disusun wajib mencapai target akhir yakni memenuhi kebutuhan akreditasi prodi”, ungkap Prof. Nur Ali.
Untuk mengawal pelaksanaan program asistensi mengajar dan magang kerja, dekan FITK menambahkan perlu ada instrumen monitoring evaluasi yang jelas, dibentuk tim penanggungjawab, sehingga ada yang mampu menjelaskan secara standart jika diperlukan oleh dosen DPL dan mahasiswa. Produk buku pedoman ini akan dijadikan pegangan para dosen, pembimbing lapangan, kepala satuan pendidikan, guru pamong, dan mahasiswa. (mj)







