MIU Login

Eka Agustin Fua’di Mahasiswa PAI UIN Malang Sabet Juara 1 Lomba Pidato Nasional “Dakwah di Era Digital”

PAI FITK UIN Malang – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa berprestasi, Eka Agustin Fua’di, berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato Tingkat Nasional dalam ajang bergengsi Festival Bulan Pendidikan 2025.

Lomba yang diselenggarakan secara daring oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FITK UIN Malang ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis MPI ke-10 dan menjadi wadah bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk menyalurkan potensi dakwah, kreativitas, dan kompetensi ilmiah. Eka Agustin Fua’di yang sering disapa Aat membawakan topik yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni “Dakwah di Era Digital: Dari Tantangan Menuju Peluang.”

“Saya memilih tema ini karena merasa dakwah masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dunia digital bukan ancaman, melainkan peluang besar untuk memperluas jangkauan dakwah,” ujar Aat. Proses lomba dimulai dari babak penyisihan dengan pengumpulan video pidato yang dikerjakan Eka secara mandiri di tengah kesibukan sebagai musyrif. “Saya harus pandai mengatur waktu. Bahkan, perekaman video untuk batas akhir pengumpulan sempat saya lakukan malam hari sekitar pukul 22.30 WIB menjelang batas terakhir pukul 23.59 WIB. Semua proses, mulai dari menata kamera, pencahayaan, hingga take berulang kali, saya kerjakan sendiri,” kenangnya.

Tantangan sesungguhnya terjadi di babak final yang mewajibkan peserta membuat presentasi sekaligus mengikuti sesi tanya jawab langsung dengan dewan juri secara daring. Aat sempat panik karena tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Namun, ia berhasil tenang, mencari solusi cepat, dan menuntaskan presentasi serta menjawab juri dengan maksimal, “Alhamdulillah, meski banyak kendala, saya tetap bisa menyelesaikan sesi presentasi dan menjawab pertanyaan juri dengan maksimal.”

Kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah Aat akhirnya terbayar lunas dengan diraihnya Juara 1. Ini sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi Aat dalam ajang yang sama. “Bagi saya, prestasi ini bukan sekadar gelar, tapi bukti bahwa kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah selalu membuahkan hasil. Lebih dari itu, kemenangan ini menjadi pengingat untuk terus berdakwah dengan cara kreatif dan relevan di era digital, serta tetap rendah hati di setiap langkah perjuangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait