MIU Login

Dosen PAI UIN Malang Dampingi Orang Tua di Desa Pagelaran: Kelola Stres Pengasuhan Berbasis Al-Qur’an dan Psikologi

PAI FITK UIN Malang – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Abdul Fattah, M.Th.I, turut berperan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Manajemen Stres Pengasuhan Berbasis Al-Qur’an dan Psikologi” yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 Oktober 2025  di Desa Pageralan, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2025 ini melibatkan kolaborasi dosen lintas disiplin dan mahasiswa, dengan fokus membantu para orang tua, khususnya ibu rumah tangga, dalam mengelola stres pengasuhan anak di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang kompleks.

Dalam sesi pendampingannya, Abdul Fattah, M.Th.I menekankan pentingnya keseimbangan antara pendekatan spiritual dan psikologis dalam menjalani peran sebagai orang tua. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seperti sabar, syukur, dan tawakal bukan sekadar konsep moral, tetapi juga memiliki fungsi terapeutik dalam mengendalikan emosi dan menguatkan daya tahan mental orang tua.

“Al-Qur’an memberi fondasi spiritual yang menenangkan hati, sementara psikologi memberikan strategi praktis untuk memahami diri dan anak. Keduanya harus berjalan seiring agar pengasuhan menjadi ibadah, bukan beban,” ujar Abdul Fattah di sela kegiatan.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR), di mana masyarakat dilibatkan langsung dalam identifikasi masalah dan penyusunan solusi. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang coping stress, komunikasi efektif dalam keluarga, serta sesi relaksasi dan diskusi kelompok (FGD) yang memadukan refleksi spiritual dengan terapi psikologis ringan.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan evaluasi tim, sebagian besar peserta mengaku lebih memahami cara mengelola stres pengasuhan dan merasa termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam keseharian mereka.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian dan pemberdayaan berbasis nilai Islam

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi menjadi gerakan kultural yang menumbuhkan kesadaran bahwa mendidik anak dengan hati yang tenang adalah bagian dari dakwah,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen tindak lanjut berupa pendampingan lanjutan dan pembentukan kelompok belajar orang tua (Parent Circle) yang akan menjadi wadah refleksi pengasuhan berbasis nilai Islam dan psikologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait