MIU Login

Prestasi Gemilang! Mahasiswa PAI UIN Malang Raih Juara 2 Musabaqoh Fahmil Qur’an Nasional di Yogyakarta

PAI FITK UIN Malang – Tim perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan tinta emas di kancah nasional. Tim yang beranggotakan Mukhamad Nanda Wildan Zulfa dan dua rekan timnya berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ). Lomba ini diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 15 Oktober 2025. MFQ merupakan salah satu cabang lomba non-akademik Al-Qur’an yang paling kompetitif dan bergengsi di kalangan mahasiswa seluruh Indonesia. Tim UIN Malang terpilih untuk mewakili kampus sejak bulan Agustus lalu.

Nanda Wildan menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan yang sangat intensif selama dua bulan penuh. “Setiap hari, kami belajar dan berlatih menjawab soal dari bank soal nasional MFQ yang sangat banyak dan beragam mulai dari tafsir, hadis, fiqih, sejarah Islam, hingga isu-isu kontemporer,” ujarnya. “Selain menghafal materi, kami juga melatih kekompakan, strategi menjawab cepat, dan cara menjaga fokus di tengah tekanan lomba.” Tim berangkat menuju Yogyakarta pada 14 Oktober 2025 menggunakan kereta dan langsung bersiap menghadapi kompetisi yang digelar keesokan harinya di Gedung KH. Zaini Dahlan UIN Sunan Kalijaga.

Suasana perlombaan sejak awal sudah terasa sangat kompetitif, diikuti oleh banyak universitas terbaik dari seluruh Indonesia. Tim UIN Malang tampil maksimal di tahap penyisihan dan dengan kerja keras berhasil meloloskan diri ke babak final. Di babak penentuan, tim UIN Malang harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh, yakni tim tuan rumah (UIN Sunan Kalijaga) dan Universitas Negeri Malang (UM). Pertandingan berlangsung sangat sengit dan menegangkan, dengan persaingan yang ketat hingga detik-detik terakhir.

“Akhirnya, dengan penuh rasa syukur, kami meraih juara 2 nasional,” ungkap Nanda Wildan Zulfa. “Walaupun belum menjadi juara 1, kami merasa sangat bangga karena bisa membawa nama UIN Malang ke tingkat nasional dan membuktikan hasil kerja keras selama dua bulan.” Ia menutup, bahwa perjalanan ini lebih dari sekadar lomba, melainkan pelajaran berharga tentang arti kerja sama, kesabaran, dan semangat yang tidak pernah padam untuk terus memperdalam ilmu Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait