PAI FITK UIN Malang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Luqyana Lutfi Hana berhasil menorehkan posisi Juara 2 dalam ajang Essay Competition Maliki Festival 2025. Kompetisi bergengsi ini mengangkat tema utama “Pendidikan dan Lingkungan” dengan fokus sub-tema “Lingkungan dan Literasi: Menuju Generasi Berpengetahuan dan Berdaya”. Luqyana berhasil unggul setelah melewati proses seleksi ketat dan penilaian dewan juri, mengalahkan peserta dari berbagai daerah.
Karya esai yang diajukan oleh Luqyana dinilai mampu mengupas tuntas keterkaitan antara penguatan literasi dan upaya pelestarian lingkungan. Esai tersebut berjudul “From Scroll to Sustain: Digital Eco-Literacy Gen Z untuk Mencapai SDGS Melalui Konten Viral”
Dalam wawancaranya, Luqyana menceritakan perjuangan dan dedikasi di balik pencapaian ini, terutama dalam membagi waktu dengan kesibukan akademik dan organisasi, “Untuk persiapannya sendiri dalam menulis esai, saya membutuhkan waktu satu minggu karena terhalang dengan banyaknya kegiatan kepanitiaan. Jadi, saya berusaha untuk mencari waktu luang di tengah-tengah kegiatan pada saat itu.”
Merasa memiliki peluang besar untuk meraih posisi puncak, Luqyana memanfaatkan kesempatan persiapan final dengan maksimal. “Karena berpikir masih ada kesempatan untuk meraih 3 besar, saya menggunakan kesempatan semaksimal mungkin. Saya melakukan persiapan dengan membuat PPT yang didesain sendiri sekiranya menarik para juri, lalu mematangkan diri dengan memahami setiap informasi yang ada dalam esai saya agar pemahaman matang, dan melatih public speaking saya selama dua hari sebelum hari final datang, yang mana final diadakan pada tanggal 11 September 2025.”
Dengan persiapan yang matang tersebut, Luqyana berhasil memberikan performa terbaik. Hasil pengumuman 3 besar menunjukkan persaingan yang sangat ketat “Qadarullah, dengan persiapan yang menurut saya sudah matang tersebut, pada saat pengumuman 3 besar saya hanya selisih satu angka dengan juara 1. Yang mana juara satu memperoleh angka 78,8 dan saya memperoleh angka 78,7.”
Kemenangan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif berpartisipasi dan berkontribusi nyata dalam diskusi publik melalui jalur akademik dan literasi, terutama dalam mengintegrasikan isu-isu lingkungan dan teknologi digital.





