PAI UIN MALANG — Beban administrasi mengajar seperti penyusunan RPP, pembuatan soal, hingga kriteria penilaian kerap kali menyita waktu guru hingga 10 sampai 15 jam setiap minggunya. Tingginya alokasi waktu tersebut berpotensi memicu risiko kecemasan dan kelelahan, serta memangkas ruang interaksi bermakna antara pendidik dan peserta didik di kelas. Menjawab persoalan tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penyusunan Perencanaan dengan MagicSchool” di Yayasan Miftahush Shibyan, Bantur, Kabupaten Malang.
Pelatihan yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026 ini dipimpin oleh pemateri Abdul Fatah, M.Th.I. dan dipandu oleh moderator Shidqi Ahyani, M.Ag. Sesi pembekalan teknologi ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa tinggi dari para guru madrasah setempat. Para pendidik menilai bahwa materi pelatihan platform Artificial Intelligence (AI) khusus pendidikan ini hadir sebagai solusi yang sangat membantu dan mempermudah tugas-tugas operasional pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Abdul Fatah membedah potensi platform AI dalam memangkas beban kerja administratif hingga 7 sampai 10 jam per minggu. Efisiensi waktu tersebut memungkinkan para guru untuk kembali memfokuskan peran utamanya dalam mendidik, membimbing, serta menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para siswa. Beliau menekankan filosofi kolaborasi 80/20, di mana teknologi bertindak sebagai kopilot untuk mengerjakan draf tugas berat sebesar 80 persen, sedangkan guru bertindak sebagai kapten yang memberikan 20 persen sentuhan akhir berupa validasi pedagogical, empati, serta penyelarasan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Selama sesi berlangsung, para peserta diajak mengeksplorasi dan mempraktikkan berbagai fitur unggulan MagicSchool AI yang dirancang spesifik untuk jenjang K-12. Para guru menyambut hangat kemudahan pembuatan RPP otomatis berbasis standar kurikulum, pembuatan kuis interaktif dari tautan video, hingga pemanfaatan fitur penyesuai tingkat kesulitan teks yang mampu menyederhanakan materi kompleks seperti Sirah Nabawiyah tanpa menambah beban kerja pendidik. Selain itu, pelatihan ini juga memperkenalkan ekosistem digital terpadu yang aman bagi siswa agar dapat mengasah literasi AI secara bijak di bawah pengawasan langsung para guru.
Aspek keamanan dan privasi data turut menjadi fokus utama dalam pelatihan ini, mengingat platform yang digunakan bebas dari iklan serta tidak menggunakan data RPP madrasah untuk melatih model AI eksternal. Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Yayasan Miftahush Shibyan Bantur diharapkan mampu menjalankan peta jalan transformasi digital secara bertahap, mulai dari efisiensi tugas mandiri hingga penerapannya pada pembelajaran siswa yang berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan.







