
Malang, 16 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) kembali menyelenggarakan kegiatan keislaman bertajuk Halaqotuddin pada Sabtu, 16 Mei 2026 bertempat di Masjid Ulul Albab Lantai 1. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta dari kalangan mahasiswa dengan penuh antusiasme.
Pada kegiatan kali ini, HMPS PAI mengangkat tema “Etika Bermedia Sosial dalam Islam: Studi Kasus Konten AI dan Flexing di Kalangan Generasi Digital”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan media sosial dan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa saat ini. Di tengah pesatnya arus informasi, mahasiswa dituntut untuk mampu menggunakan media sosial secara bijak dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana kebaikan apabila digunakan dengan penuh tanggung jawab dan etika. Beliau juga menyoroti berbagai fenomena yang marak terjadi di era digital, seperti penyebaran informasi yang belum terverifikasi, penggunaan teknologi AI untuk manipulasi konten, hingga budaya flexing atau pamer berlebihan yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.
Menurut beliau, Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip etika yang relevan dalam bermedia sosial, seperti kejujuran dalam menyampaikan informasi, menjaga ucapan, menghindari fitnah, serta tidak berlebihan dalam menunjukkan kehidupan pribadi di ruang publik digital. Materi disampaikan secara komunikatif dan kontekstual sehingga mudah dipahami oleh para peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, penyampaian materi, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Banyak peserta yang menyampaikan pertanyaan maupun pendapat terkait fenomena media sosial yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak untuk merefleksikan cara mereka menggunakan media sosial selama ini. Diskusi mengenai dampak penggunaan AI dan budaya flexing menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta.
Melalui kegiatan Halaqotuddin ini, HMPS PAI berharap mahasiswa mampu meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media sosial secara sehat, bijak, dan sesuai dengan ajaran Islam. Selain menjadi sarana menambah wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang lebih kritis, bertanggung jawab, serta mampu menyaring informasi di era digital.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan lancar dan memberikan manfaat positif bagi seluruh peserta yang hadir. HMPS PAI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif yang dapat mendukung pengembangan intelektual maupun spiritual mahasiswa di tengah tantangan perkembangan zaman.








