–Pada pertemuan evaluasi akademik Angkatan 2025, sejumlah perwakilan kelas menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta masukan terkait proses pembelajaran di lingkungan perkuliahan.
Kelas B menyampaikan bahwa permasalahan terkait dosen telah terselesaikan dan kondisi pembelajaran saat ini dinilai kondusif. Hal serupa juga disampaikan oleh Kelas C, di mana persoalan mengenai dosen pengampu telah diselesaikan dengan baik.Sementara itu, Kelas E menyatakan bahwa secara umum proses pembelajaran berjalan lancar. Namun, terdapat masukan terkait penyampaian materi oleh salah satu dosen yang terkadang masih dianggap membingungkan oleh mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Bapak/Ibu Laily menyarankan mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan membaca materi sebelum kelas dimulai serta aktif bertanya setelah pembelajaran agar pemahaman lebih maksimal.
Dari Kelas F, mahasiswa menyampaikan evaluasi terhadap sistem pembelajaran daring pada mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam (3 SKS) yang diampu oleh Pak Imron. Pembelajaran daring disebut lebih sering dilakukan melalui voice note (VN), baik untuk presentasi maupun sesi tanya jawab melalui chat, sehingga dinilai kurang efektif. Mahasiswa mengusulkan penggunaan media pembelajaran lain seperti Zoom atau Google Meet agar interaksi pembelajaran lebih optimal.Menanggapi hal tersebut, Pak Shidqi menanyakan apakah sebelumnya terdapat kesepakatan antara dosen dan mahasiswa terkait metode pembelajaran daring tersebut. Ketua kelas menyampaikan bahwa tidak ada kesepakatan khusus dan informasi mengenai sistem pembelajaran online melalui VN diberikan secara langsung oleh dosen. Pak Shidqi kemudian menyarankan agar mahasiswa menyampaikan konfirmasi atau permohonan perubahan metode pembelajaran secara sopan apabila dirasa kurang efektif.
Kelas H ICP Arab turut menyampaikan aspirasi terkait penggunaan bahasa Arab dalam pembelajaran. Mayoritas dosen telah menggunakan bahasa Arab secara aktif, namun sebagian mahasiswa merasa kemampuan bahasa Arab mereka masih belum memadai sehingga membutuhkan program pendukung untuk meningkatkan kemampuan bahasa.Menanggapi hal itu, Bapak/Ibu Laily memberikan saran agar diadakan program peningkatan kemampuan bahasa Arab. Pak Muhsin juga menyampaikan bahwa mahasiswa dapat membangun pelatihan secara mandiri sebagai bentuk pengembangan diri tanpa harus sepenuhnya bergantung pada program studi. Pak Shidqi menambahkan bahwa dosen kemungkinan menganggap mahasiswa ICP telah memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai, sehingga mahasiswa juga perlu berupaya menyesuaikan diri. Selain itu, beliau menyarankan kemungkinan kolaborasi program peningkatan bahasa antara jurusan dan HMPS.Dalam forum tersebut, mahasiswa juga menanyakan terkait kemungkinan dukungan dana dari program studi untuk kegiatan magang semester 6. Bapak/Ibu Laily menjelaskan bahwa magang bersifat rekomendatif dan bukan kewajiban sehingga pembiayaan pada umumnya bersifat mandiri. Namun demikian, terdapat beberapa program pemerintah maupun beasiswa yang dapat mendukung kegiatan magang mahasiswa, termasuk kesempatan magang ke luar negeri seperti yang pernah diperoleh kakak tingkat sebelumnya.
Selanjutnya, Kelas I ICP Inggris menyampaikan kebutuhan peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa. Selain itu, terdapat evaluasi terkait kehadiran salah satu dosen pengampu yang disebut hanya hadir beberapa kali untuk memberikan pengantar materi, sementara tugas-tugas mahasiswa dinilai belum mendapatkan pemeriksaan atau umpan balik secara maksimal.
Adapun Kelas J menyampaikan bahwa kondisi pembelajaran sejauh ini berjalan aman dan kondusif.—
mahasiswa PAI Angkatan 2024, berbagai aspirasi dan masukan terkait proses pembelajaran, fasilitas, hingga sistem akademik disampaikan oleh masing-masing perwakilan kelas.
Kelas A menyampaikan bahwa kondisi pembelajaran sejauh ini berjalan dengan aman dan kondusif tanpa adanya keluhan berarti.
Sementara itu, Kelas B menyampaikan masukan terkait gaya penyampaian materi oleh salah satu dosen, yakni Pak Hadi Masruri, yang dinilai sebagian mahasiswa kurang nyaman untuk didengar. Menanggapi hal tersebut, Bapak/Ibu Laily mengimbau mahasiswa untuk tidak terlalu memasukkan hal tersebut ke dalam hati dan tetap fokus pada materi pembelajaran yang disampaikan.
Dari Kelas E, mahasiswa menyoroti penggunaan Smart TV di ruang 105 yang masih sering membingungkan dosen dalam pengoperasiannya. Mahasiswa mengusulkan adanya pelatihan penggunaan fasilitas pembelajaran tersebut agar proses perkuliahan dapat berjalan lebih efektif. Menanggapi usulan tersebut, Bapak/Ibu Laily menyampaikan bahwa kemungkinan pelatihan penggunaan Smart TV akan diadakan ke depannya.
Kelas F menyampaikan kendala fasilitas di Gedung C lantai 3, khususnya terkait proyektor yang setiap pagi belum dinyalakan dari bagian sekring, terutama di sisi barat gedung. Selain itu, terdapat informasi mengenai beberapa mahasiswa yang pada awal perkuliahan aktif hadir namun kemudian tidak lagi mengikuti pembelajaran.
Perwakilan Kelas G menyampaikan evaluasi terhadap mata kuliah Kajian Qur’an Hadis yang diampu oleh Pak Rohmanan. Dalam pembelajaran tersebut terdapat sistem kuis dengan ketentuan nilai remedial harus mencapai 100 dalam waktu 10 menit, yang dinilai cukup memberatkan mahasiswa. Menanggapi hal ini, Bapak/Ibu Laily menyarankan agar kendala tersebut disampaikan langsung kepada dosen pengampu. Selain itu, mahasiswa juga memberikan saran agar tersedia ruang yang lebih nyaman untuk mengerjakan tugas maupun tempat duduk tambahan sehingga mahasiswa tidak harus berada di depan kelas.
Kelas H menyampaikan masukan terkait sistem penilaian pada mata kuliah yang diampu Pak Ruma. Mahasiswa menyebutkan bahwa tidak terdapat UTS maupun UAS, namun hasil penilaian antar mahasiswa tetap berbeda-beda sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai dasar penilaian tersebut. Bapak/Ibu Laily menjelaskan bahwa seharusnya terdapat pembahasan kontrak belajar di awal perkuliahan agar sistem penilaian dapat dipahami bersama.Selain itu, Kelas H juga menyoroti program International Student Summit yang pada tahun sebelumnya hanya diikuti oleh ketua kelas. Mahasiswa berharap program serupa dapat melibatkan lebih banyak peserta dari satu kelas. Menanggapi hal tersebut, Bapak/Ibu Laily menjelaskan bahwa sebenarnya program tersebut dibuka untuk umum.Kelas I ICP Inggris menyampaikan aspirasi terkait keberadaan dan pengembangan program HMPS ICP agar dapat lebih mengakomodasi kebutuhan mahasiswa kelas internasional.
Adapun Kelas J mempertanyakan alasan mata kuliah Metodologi Penelitian ditempatkan pada semester 3. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas ruang terbuka atau area outdoor untuk menunjang kegiatan akademik maupun diskusi mahasiswa.Dalam forum tersebut turut dibahas mengenai program fast track bagi mahasiswa Angkatan 2024. Pihak program studi menjelaskan bahwa mahasiswa tetap memiliki kesempatan mengikuti program fast track sesuai ketentuan universitas.
Sementara itu, mahasiswa Angkatan 2023 menyampaikan kendala terkait pengajuan judul tugas akhir yang banyak mengalami penolakan. Mahasiswa mengusulkan agar jumlah fitur atau kesempatan pengajuan judul dapat ditambah. Menanggapi hal tersebut, Bapak/Ibu Laily menjelaskan bahwa periode pengajuan dibuka satu kali setiap bulan dan periode berikutnya akan dibuka pada bulan Juni. Beliau juga menjelaskan bahwa beberapa judul ditolak karena dianggap terlalu umum atau sudah banyak digunakan, sehingga mahasiswa disarankan memanfaatkan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan ide penelitian yang lebih inovatif.Terkait pengembangan fitur “Empatik”, pihak program studi menyampaikan bahwa saat ini belum terdapat pengembangan lebih lanjut, namun usulan tersebut akan dipertimbangkan untuk pengembangan berikutnya.—








